[WB Workshop] Skenario Interview

CAPTURING AND PACKAGING PRACTICES AND EXPERTISE
ON COORDINATION OF VOLUNTEERS TO SUPPORT RESETTLEMENT
GROUP 1

Pengetahuan yang akan direkam adalah: Koordinasi relawan untuk mendukung relokasi.
Narasumber: Ibu Enny Supartini, Kasubdit Peran Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Masarakat, BNPB
Teknik: Story Telling dan Wawancara
Lokasi: Meeting Room, BNPB
Waktu: 09.00-11.00 WIB
Sarana/Prasarana: Note, Recording, Video
Peran:
Ibu Enny (Narasumber)
Dewanto (Notulen)
Jasri (Pewawancara)
Harold (Kameramen)
Herry (Editor)
Risiko:
Peluang: Meeting lanjutan dengan relawan dan BPBD Prov atau Kab/Kota

PERTANYAAAN:

Erupsi merapi pada tahun 2010, sangat berdampak di masyarakat Yogyakarta khususnya di 4 kabupaten kota, diperkirakan 500 ribu pengungsi yang terpapar. Siapa saja yang berperan didalam penanganannya?

Jawaban :
Pengerahan sumberdaya manusia dari semua elemen, SKPD baik sipil militer termasuk kekuatan relawan

Kami akan menyoroti relawan pada saat pasca bencana, bagaimana cara koordinasi relawan dalam pasca bencana?

Jawaban :
Lembaga /organisasi relawan mengajukan konsep atau proposal disampaikan pada SKPD yang terkait, mungkin BPBD atau kepala daerah tsb, yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan wilayah yang terpapar.

Masalah apa saja yang muncul pada saat koordinasi relawan yang terkait pasaca bencana?

Jawaban :
Banyak relawan yang tidak tahu peta terdampak, kebutuhan, ketrampilan yang dibutuhkan pada saat pasca bencana. Termasuk tidak jelas konsep kerjanya (TOR/proposal)

Apa saja hal-hal yang harus dikoordinasikan oleh relawan dalam fase pasca bencana khususnya pada saat relokasi?

Jawaban :
Pertama harus tahu jumlah masyarakat terpapar yang akan direlokasi (ada pemetaan wilayah relokasi , jalur relokasi, dan sarana pra sarana yang dibutuhkan, dan sasaran dari relawan). Kedua Siapa saja yang terlibat dalam relokasi.

Bagaimana dengan relawan yang sudah membantu sebelumnya ?

Jawaban :
Tidak ada masalah, asal tetap dikoordinasikan dengan kepala daerah atau kepala desa yang tentu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di fase pasca bencana.

Solusi:

  • Perlunya penguatan kapasitas relawan
  • Perlunya efektivitas koordinasi dalam birokrasi
  • Transparansi proses deploy relawan (peta kapasitas, sarpras)
  • Perlu adanya Juknis (SOP) untuk peran relawan pada saat pasca bencana
  • Perlu ada monitoring dan evaluasi dari lembaga yang terkait (BPBD dan lembaga/organisasi relawan).
  • Kepala Desa setempat sebagai pengawas dan koordinator bagi kelompok relawan yang belum melakukan koordinasi.
  • Kepala Daerah memfasilitasi/menjembatani koordinasi antara relawan dengan SKPD terkait.

Lesson Learned:

  • Mengetahui apa kebutuhan relawan dalam masa pasca bencana khususnya dukungan untuk relokasi dan livelihood.
  • Mengetahui klaster relawan yang dibutuhkan dalam masa pasca bencana
  • Mengetahui fase-fase dalam koordinasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *