Menggunakan peta untuk meningkatkan kesiapsiagaan

Bagaimana peta dapat menyajikan sebuah isu yang kompleks namun efektif? Berikut ini enam tips praktis untuk melakukannya.

Banyaknya isu yang berkembang di masyarakat membuat peningkatan kewaspadaan menjadi tantangan tersendiri. Data tabular seringkali menjadi cara untuk menyajikan suatu kasus, namun untuk menarik perhatian pengguna maka penyajiannya haruslah mudah dipahami. Peta mampu menampilkan suatu data dengan menarik dan cepat dipahami, baik untuk data lokal atau pun global, serta menimbulkan efek WOW pada pengguna.

Penggunaan peta dapat membantu menyajikan data yang lengkap serta sangat efektif untuk menampilkan kerentanan dan sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Namun, bila tidak berhati-hati dalam menggunakannya, malah dapat menyebabkan kebingungan, atau kesalahan interpetasi terhadap suatu persoalan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka bagaimana cara yang terbaik dalam menggunakan peta untuk meningkatkan kewaspadaan?

1. Sumber data adalah kuncinya

Data menjadi dasar dalam pembuatan peta. Pilih data dengan cermat dan pastikan Anda paham sumber data tersebut, metodologi pengumpulannya, dan keterbatasannya. Hal ini untuk memastikan peta Anda menyampaikan pesan seperti yang diinginkan, serta tampilannya sesuai dengan kondisi di lapangan.

2. Mengidentifikasi dan memahami siapa sasaran peta kita

Agar peta efektif dalam meningkatkan kewaspadaan, maka dari sisi tampilan dan isinya harus sesuai dengan sasaran pembaca. Sebagai contoh peta yang kompleks dan detil untuk wilayah provinsi, gambaran berbagai indikator dalam satu peta akan sangat berguna untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pengembangan lingkungan yang profesional. Namun, level kedetailan mungkin tidak berhasil untuk memicu imaginasi masyarakat umum. Dalam berkomunikasi dengan orang yang tidak ahli, akan lebih tepat bila peta yang ditampilkan lebih sederhana dengan grafik yang mudah dipahami serta dengan warna-warna khusus.

3. Pertimbangkan grafik, gaya dan desain

Seperti alat visualisasi lainnya, maka warna, grafik dan gaya tampilan sangat penting untuk meyakinkan bahwa peta kita memberi dampak yang besar bagi penggunanya. Buatlah peta Anda sesuai dengan tema organisasi, seperti juga tampilan laporan, halaman web atau tampilan lainnya yang digunakan. Semua hal tersebut untuk meningkatkan pemahaman pengguna pada pesan yang akan disampaikan.

Menggunakan dua indikator yang berbeda, seperti variasi ukuran simbol di depan warna background dapat meningkatkan pemahaman pembaca pada pesan peta. Namun, harus diperhatikan juga agar tak terlalu rumit atau pesan kita justru akan kabur.

4. Penekanan pada pesan

Memberikan penekanan pada hal-hal tertentu dalam peta kita seringkali berguna untuk agar upaya kewaspadaan dapat tercapai. Hal ini dapat diraih dengan memberikan informasi/pelabelan pada satu negara/provinsi/daerah tertentu yang menunjukkan risiko tinggi dan rendah. Demikian juga pada satu daerah yang datanya tidak tersedia namun sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pada suatu masalah. Semua hal tersebut dapat dicapai dengan memberikan informasi/teks, gambar, grafik tambahan untuk menarik perhatian pembaca pada informasi utama yang akan disampaikan.

5. Pembesaran (zoom) di daerah tertentu

Jangan terpaku untuk menunjukkan semua benua atau negara. Dalam banyak kasus, menunjukkan satu daerah atau beberapa lokasi secara bersama akan lebih menarik. Cara tersebut membuat tampilan yang lebih detail dan banyak gambar untuk ditampilkan. Pembesaran (zoom in) dapat memberikan fokus dan meningkatkan kewaspadaan pada masyarakat yang ditargetkan dalam suatu negara.

6. Yakin, bahwa peta adalah jalan terbaik untuk menampilkan data Anda

Peta adalah satu di antara banyak cara untuk menampilkan data. Pada beberapa indikator, sebagai contoh untuk mengukur terjadinya perubahan pada kurun waktu tertentu, peta bukanlah alat paling efektif dan perlu juga memahami keterbatasan peta itu sendiri. Peta digunakan manakala dapat secara jelas, lengkap dan informatif dalam menampilkan suatu informasi untuk meningkatkan kewaspadaan pada suatu persoalan, baik dalam skala global atau nasional.

Oleh Guy Bailey, Kepala Atlas pada Perusahaan Analisis Risiko, Maplecroft,
@maplecroftrisk

Sumber tulisan dari sini

Penggunaan ArcGIS untuk Menghitung Penduduk Terpapar

ArcGIS dapat digunakan untuk melakukan perhitungan penduduk terpapar akibat suatu bencana. Perhitungan penduduk terpapar dapat dilakukan bukan hanya pada saat terjadinya suatu bencana, namun juga dapat dilakukan sebelum bencana terjadi.

Pada tautan berikut, Anda dapat mengunduh data-data yang digunakan untuk perhitungan penduduk terpapar dan langkah-langkah perhitungannya.

Data-data untuk perhitungan penduduk terpapar
Langkah-langkah perhitungan

Selamat mencoba