Sapaan Merapi

Sebelum Merapi meletus, dia selalu menunjukkan gelagat, semacam sapaan. Hal tersebut bisa berupa harimau yang turun, kemudian burung, lalu monyet dan kijang. Namun, karena satwa-satwa tersebut nyaris tidak ada lagi, bahasa Merapi yang satu ini sudah mulai sirna, dan itu berarti khazanah penting pengetahuan tradisional tentang Merapi pupus.

Perilaku binatang yang tidak seperti biasanya, seperti monyet dan kijang yang berlarian turun gunung, anjing menggonggong terus menerus, burung kedasih berkicau pada malam hari, hingga cacing-cacing keluar dari tanah, menandakan timbulnya hawa panas di sekitar mereka.

Pengetahuan ini bisa diterjemahkan ke dalam bahasa ilmu pengetahuan modern-salah satu bentuk rasionalisasi. Pengetahuan lokal sangat berkaitan dengan hal praktis kehidupan sehari-hari warga di daerah rawan bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *