Ringkasan Eksekutif Laporan Kegiatan Pelatihan BNPB-World Bank

BNPB didukung oleh World Bank akan mengembangkan fasilitas pembelajaran jarak jauh di InaDRTG. Fasilitas ini serupa dengan yang ada di Universitas Indonesia dan merupakan bagian dari GDLN (Global Development Learning Network). Dengan adanya fasilitas ini, maka proses belajar dan pelatihan dapat dilaksanakan untuk seluruh wilayah Indonesia tanpa peserta harus datang ke pusat pelatihan BNPB.

Universitas Indonesia telah memanfaatkan fasilitas GDLN untuk menyelenggarakan seminar dan kuliah jarak jauh dengan metode video conference. BNPB yang memiliki wilayah kerja di seluruh Indonesia dan bermitra dengan BPBD sudah selayaknya meniru apa yang dilakukan oleh UI. Harapannya, proses pelatihan dan pembelajaran dapat dilakukan secara jarak jauh. Laporan lengkap kunjungan ke GDLN dapat dibaca di Bab I. Pembangunan Kapasitas Pembelajaran Jarak Jauh untuk BNPB

Selanjutnya, BNPB telah berpengalaman dalam melakukan upaya penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. Kendati demikian, upaya pencatatan pengalaman dan pengetahuan praktis tersebut masih jarang dilakukan. Suatu saat, para staf, pejabat, dan tenaga ahli yang ada di BNPB akan pindah kerja atau pensiun. Sangat disayangkan apabila pengalaman dan pengetahuan praktis tersebut hilang seiring dengan ketidakhadiran beliau di BNPB.

Guna mengatasi hal ini, maka BNPB didukung oleh World Bank menyelenggarakan lokakarya ‘The Art of Capturing and Packaging Knowledge’. Sebuah pengetahuan yang dimiliki oleh para ahli dapat dimanfaatkan oleh pihak lain, namun harus diidenfitikasi, dan dikemas. Bagaimana melakukan itu semua, dapat dibaca pada laporan di Bab II. Capturing and Packaging of Operational Experiences and Lesson Learned

Sebuah pengetahuan atau pengalaman yang telah dikemas kemudian harus disebarluaskan, dibagi, atau ditukarkan (exchange). Bagaimana kegiatan pertukaran pengetahuan ini dilakukan secara efektif?

Sebuah model berbagi pengetahuan telah dikembangkan oleh World Bank, dinamakan ‘Bridge Model’. Implementasi ‘Bridge Model’ dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan pertemuan, siapa peserta yang hadir, siapa narasumber yang datang, waktu yang tersedia, sampai dengan jumlah anggaran yang ada. Dalam kegiatan pertukaran pengetahuan, perlu dilakukan pemilihan instrumen dan aktivitas yang tepat. Bagaimana penyusunan kegiatan pertukaran pengetahuan tersebut dilakukan, bisa dibaca pada laporan di Bab III. The Art of Knowledge Exchange Workshop and Training

BNPB sebagai ‘Center of Excellent’ dalam penanggulangan bencana hendaknya mampu mengemas pengetahuan dan keahlian yang dimiliki agar dapat bermanfaat untuk pihak lain di Indonesia dan dunia. Dalam rangka hal itu, maka perlu fasilitas untuk berbagi pengetahuan dan penyelenggaraan kegiatan berbagi pengetahuan yang baik. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk mendukung upaya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *