Penyebab, Risiko, dan Antisipasi Banjir Jakarta (Feb 2017)

Banjir di Cawang
Banjir di Sebagian Wilayah Ibukota (viva.id)

Banjir kembali terjadi di Jakarta pada Selasa (21/02). Bencana kali ini telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang tidak sedikit jumlahnya bagi warga Jakarta. Dari peristiwa ini, beberapa hal bisa menjadi catatan di antaranya:

Penyebab Banjir

Koran Kompas hari ini (22/02) telah mewawancarai ahli tata kota, Nirwana Yoga untuk mengetahui beberapa penyebab banjir. Beliau menyampaikan bahwa, pertama banjir terjadi karena daerah resapan air berkurang dan saluran air tidak berfungsi dengan baik. Kedua, kenaikan permukaan laut saat pasang memicu rob di kawasan utara Jakarta. Ketiga, banyaknya air kiriman dari daerah hulu.

Selain beberapa penyebab tersebut di atas, BNPB memberikan penjelasan bahwa banjir terjadi karena masifnya perubahan penggunaan lahan. “Permukiman berkembang luar biasa di sepanjang daerah aliran sungai selama kurun waktu 1990-2016,” demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Hal ini masih ditambah lagi dengan curah hujan yang tinggi dan merata pada 19, 20, dan 21 Februari.

Risiko Banjir

BMKG memprediksi, cuaca ekstrem yang berisiko menyebabkan banjir akan terjadi hingga bulan Maret mendatang. Selain itu, banjir juga berisiko terjadi bukan hanya dipicu oleh hujan yang terjadi di hulu, namun juga disebabkan karena hujan lebat dan ekstrem yang melanda kawasan utara Jakarta.

Antisipasi Menyeluruh

Menyikapi peristiwa banjir yang kembali melanda ibukota, maka antisipasi menyeluruh harus dilakukan oleh para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan pemerintahan. Pertama, mengaktifkan dan mengefektifkan sistem peringatan dini bencana banjir di daerah-daerah yang berisiko tergenang, terutama di sepanjang daerah aliran sungai.

Kedua, merehabilitasi seluruh saluran air tersier, sekunder, dan primer agar dapat terhubung dengan baik, bebas dari sampah, dan lumpur. Ketiga, menata sungai dan merevitalisasi waduk. Keempat, menyiapkan dan membenahi sistem manajemen transportasi publik dan logistik yang berisiko terganggu manakala banjir melanda.

Selain beberapa langkah antisipasi tersebut di atas, peran serta warga dan dunia usaha pun tidak boleh dilupakan. Pertama, meningkatkan kesiapsiaggan mereka untuk menghadapi bencana. Kedua, mengubah kebiasaan membuang sampah di sungai atau saluran air. Ketiga, menyiapkan warga untuk tanggap menghadapi bencana. Keempat, meningkatkan peran dan membuka peluang kepada dunia usaha untuk berperan serta secara aktif dalam kesiapsiagaan, pengurangan risiko, tanggap darurat, dan rehabilitasi setelah bencana banjir melanda.

 

1 thought on “Penyebab, Risiko, dan Antisipasi Banjir Jakarta (Feb 2017)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *