Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

Bagaimana mewujudkan masyakarat yang tangguh menghadapi bencana?

Secara filosofis menghadapi bahaya atau ancaman bencana tersebut dapat dilakukan dengan cara:

1. Menjauhkan bahaya atau ancaman itu dari manusia. Dalam kasus bahaya alam seperti gempabumi, gunungapi, tampaknya hal tersebut sulit atau bahkan kadang tidak mungkin dilakukan. Mencegah timbulnya bahaya atau mengeliminasi suatu ancaman, memerlukan effort yang sangat besar. Maka kemungkinan berikutnya adalah dengan cara yang kedua, yakni;

2. Menjauhkan manusia dari bahaya atau ancaman bencana. Cara ini yang disebut dengan relokasi. Pekerjaan ini bisa dilakukan, tetapi memerlukan pendekatan sosial yang tepat. Tidaklah mudah memindahkan manusia dari lingkungan yang sudah menjadi satu kesatuan. Cara ini bisa berhasil, bisa juga tidak. Apabila kedua cara tersebut sulit dilakukan, maka kita tempuh cara berikutnya, yakni;

3. Living harmony with risk. Dalam kondisi ini kita harus mengenal karakter dan sifat-sifat alam, agar kita dapat menyesuaikan setiap perilaku alam. Mengenali sifat-sifat alam ini dimulai dengan memahami proses dinamikanya, waktu kejadiannya dan dampak yang ditimbulkan. Manusia diberikan akal dan pikiran untuk bisa mengatasi dan mengadaptasi kondisi alam di sekitarnya.

4. Belajar dari pengalamannya, masyarakat selalu berusaha untuk mendapatkan cara yang paling bijak dalam melawan, menghindari dan mengadaptasi terhadap bahaya yang mengancamnya. Dari pelajaran inilah kemudian setiap masyarakat tempatan menemukan kearifan lokal yang sangat spesifik dalam menghadapi ancaman bencana di masing-masing wilayah.

Pikiran dan Gagasan, Penanggulangan Bencana di Indonesia oleh Dr. Syamsul Maarif, M.Si. (2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *