Mengenal Relawan Penanggulangan Bencana

Relawan Penanggulangan Bencana yang selanjutnya akan disebut relawan adalah seseorang atau sekelompok orang, yang memiliki kemampuan dan kepedulian dalam penanggulangan bencana yang bekerja secara ikhlas untuk kegiatan penanggulangan bencana.

Relawan ini akan dilatih terus secara berkala agar mempunyai keahlian khusus dalam hal kebencanaan, seperti relawan logistik, evakuasi, medis dan lain-lainnya.

Kewajiban relawan penanggulangan bencana adalah:
1. Melakukan kegiatan PB.
2. Mentaati peraturan dan prosedur kebencanaan yang berlaku;
3. Menjunjung tinggi azas dan prinsip kerja relawan;
4. Mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan.
5. Meningkatkan kapasitas dan kemampuan.
6. Menyediakan waktu untuk melaksanakan tugas kemanusiaan.

Selain itu hak relawan adalah:
1. Mendapatkan pengakuan atas peran dan tugasnya sesuai keterampilan dan keahliannya.
2. Mendapat pengetahuan tentang PB.
3. Mengundurkan diri sebagai relawan.
4. Hak sesuai dengan aturan atau ketentuan lembaga yang menaunginya.

Untuk menjadi relawan mempunyai persyaratan sebagai berikut:
1. WNI usia min. 18 tahun.
2. Sehat jasmani dan rohani.
3. Berdedikasi tinggi dalam kerelawanan.
4. Mandiri dan koordinatif.
5. Memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan tertentu dalam kebencanaan.
6. Tidak dalam masalah pidana dan subversi.
7. Punya lembaga induk pembina.
8. Telah mengikuti kegiatan pelatihan dasar PB.

Peran relawan adalah:
Prabencana:
Mendukung penyusunan kebijakan perencanaan, pengurangan risiko bencana, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan serta peningkatan kapasitas (capacity building) bagi masyarakat, melalui memberikan bimbingan dan pelatihan (coaching and training);

Tanggap Darurat
Setiap relawan yang hadir di lokasi bencana :
1. Dalam koordinasi/komando orgnisasi ICS.
2. Melaksanakan tugas sesuai dengan keahliannya,
3. Jelas fungsi dan perannya,
4. Mendukung kegiatan-kegiatan pada tanggap darurat seperti rescue dan evakuasi, kesehatan, logistik, dumlap dan pendataan.

Pasca Bencana
1. Perbaikan darurat;
2. Pembuatan huntara;
3. Pemberian kebutuhan dasar korban;
• pelayanan kebutuhan pangan
• pelayanan kebutuhan sandang
• pelayanan kebutuhan kesehatan
• pelayanan kebutuhan air bersih dan sanitasi
4. Pemulihan sosial psikologis

Pikiran dan Gagasan, Penanggulangan Bencana di Indonesia oleh Dr. Syamsul Maarif, M.Si. (2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *