Laporan Pelatihan: Bab I Pembangunan Kapasitas Pembelajaran Jarak Jauh untuk BNPB

A.      Waktu dan Tempat
Lokakarya diselenggarakan pada 25 Maret 2014 di GDLN Center di Kampus UI, Gedung IASTH Lantai 1, Jl. Salemba 4, Jakarta.

B.      Narasumber dan Peserta

Narasumber: Mr. Mathy van Buel, seorang ahli internasional dalam bidang teknologi pembelajaran.

Peserta: BNPB (Pusdiklat dan Pusdatin), World Bank, Universitas Indonesia

C.      Latar Belakang dan Tujuan Lokakarya

Sebagai bagian program dukungan untuk BNPB dalam pembangunan kapasitas perekaman dan pembagian pengetahuan, World Bank mengundang BNPB dalam lokakarya ‘Developing Distance Learning Capacity for BNPB’.

Dalam Lokakarya ini diberikan informasi desain pusat pelatihan BNPB dan penggunaan teknologi secara strategis yang akan digunakan untuk program pelatihan bagi BPBD dan mitra-mitra BNPB. Tempat lokakarya adalah di Global Development Learning Network (GDLN) yang berada di Universitas Indonesia. Diharapkan dari lokakarya ini peserta mendapatkan gambaran singkat pengaturan teknologi dan bagaimana hal itu digunakan untuk proses pembelajaran, pelatihan, dan dialog pada tingkat nasional dan internasional.

D.      Hasil Lokakarya

Teknologi dan metodologi yang handal dapat secara efektif mendukung upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis ke seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. BNPB yang bekerja di wilayah sebesar Indonesia dan memiliki kompleksitas geografis yang terpisah-pisah dapat menggunakan teknologi dan metodologi pembelajaran jarak jauh. Fasilitas pendidikan dan pelatihan BNPB yang baru di Sentul dapat menggunakan metode pembelajaran jarak jauh untuk berbagai pengetahuan ke BPBD di seluruh Indonesia atau mitra-mitra dari luar negeri.

Fasilitas GDLN yang ada di UI dibangun oleh World Bank dengan biaya US$ 200.000, memiliki kapasitas tempat duduk 60 orang, ruangannya kedap suara dan ada satu ruang untuk penterjemah. Di bagian depan, terdapat dua layar proyektor untuk menampilkan near sight dan far sight. Peserta seminar atau paparan jarak jauh yang ada di UI ditampilkan di layar ‘near sight’ sementara yang berada di tempat lain ditampilkan di layar ‘far sight’.

Picture1

Gambar 1. Contoh Pemanfaatan Fasilitas GDLN

Guna melakukan video conference diperlukan jaringan internet dengan kapasitas 2-5 MB. UI sendiri saat ini memiliki dua fasilitas GDLN yang berada di Salemba dan Depok.

Sejauh ini, GDLN di UI pernah digunakan untuk melakukan video conference dengan peserta dari 22 universitas yang berbeda di seluruh Indonesia. Seluruh peserta terlibat aktif dalam seminar jarak jauh tersebut. Layar GDLN di UI dapat menampilkan sampai dengan maksimal 9 peserta dan secara berganti-ganti menampilkan 22 peserta lainnya.

Dalam melaksanakan video conference, selain prasarana dan sarana untuk melakukan seminar jarak jauh, diperlukan juga peserta, narasumber, dan teknisi. Selain itu, berbagai pertimbangan juga perlu dirancang sebelum seminar jarak jauh dilakukan. Catatan lainnya: perlu interaksi yang aktif di antara peserta seminar dan moderator yang cakap untuk mengatur jalannya video conference. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah rencana cadangan manakala terjadi gangguan misalnya terjadi kegagalan jaringan internet.

Kendala lain apabila sistem pembelajaran jarak jauh diterapkan di BNPB adalah banyak pelatihan yang dilakukan memerlukan praktik. Kondisi ini dapat diatasi dengan adanya asisten lokal yang berada di daerah untuk membantu peserta selama praktik dilakukan.

Sebuah seminar atau kelas jarak jauh hendaknya tidak melibatkan terlalu banyak peserta dan harus ada sistem yang memungkinkan seluruh peserta aktif terlibat dalam kegiatan. Hal ini diperlukan agar semua peserta tidak teralihkan perhatiannya dan narasumber mudah mengontrol kelas. Dengan demikian, narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini haruslah memiliki keahlian dan keterampilan yang baik.

E.       Kesimpulan dan Tindak Lanjut

  • BNPB tertarik untuk menggunakan metode pembelajaran jarak jauh di bidang penanggulangan bencana kepada BPBD dan mitra lain dalam dan luar negeri.
  • Pusdiklat BNPB bertanggung jawab dalam bidang kurikulum dan penyelenggaraan pelatihan. Pusdatin BNPB mendukung dari sisi teknologi dan sarana untuk jalannya video conference.
  • Perlu ada Training of Trainer bagi narasumber yang akan terlibat dalam pembelajaran jarak jauh.
  • Sebelum sistem pembelajaran jarak jauh diterapkan di BNPB, Pusdiklat menginginkan dilakukan uji coba terlebih dahulu dengan menggunakan fasilitas GDLN yang ada di UI dan universitas lain di seluruh Indonesia.

F.       Lain-Lain

Dokumen yang terkait dengan lokakarya ini adalah:

  1. Pengalaman GDLN di wilayah Asia-Pasifik
  2. Panduan Pembangunan Fasilitas GDLN
  3. Paparan mengenai GDLN
  4. Paparan Pembelajaran Penyelenggaraan Kuliah Jarak Jauh di UI
  5. Defining Blended Learning in the GDLN Context

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *