Laporan Iklim IPCC: manusia berperan dominan dalam pemanasan global

Dalam laporan tersebut, para peneliti meyakini, bahwa manusia adalah ‘penyebab dominan’ pemanasan global yang terjadi sejak tahun 1950an. Laporan oleh panel iklim PBB menjelaskan dengan detail bukti-bukti fisik di balik perubahan iklim.

“Di tanah, di udara, di lautan, pemanasan global jelas terlihat.” Demikian dituliskan dalam laporan.

Laporan tersebut juga menyimpulkan, bahwa terjadinya jeda panas dalam 15 tahun merupakan waktu yang sangat singkat untuk menggambarkan tren jangka panjang. Panel para ahli juga menyampaikan peringatan jika emisi gas rumah kaca terus terjadi, maka akan menyebabkan pemanasan yang mengubah seluruh aspek dalam sistem iklim. Guna mengurangi perubahan tersebut, maka diperlukan langkah yang menyentuh ke inti persoalan dan upaya terus menerus untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Proyeksi yang dilakukan berdasarkan asumsi berapa banyak gas rumah kaca yang boleh dilepaskan. Setelah melampaui negosiasi selama seminggu yang sangat intens di Ibukota Swedia, ringkasan untuk pengambil keputusan pada aspek fisik dari perubahan iklim akhirnya diterbitkan.

Bagian pertama dari trilogi IPCC setebal 36 halaman ini adalah yang paling lengkap untuk memberikan pemahaman pada penyebab pemanasan planet bumi. Disampaikan dengan jelas, bahwa sejak 1950-an, banyak kajian perubahan pada sistem iklim belum pernah selengkap ini selama beberapa dekade bahkan ribuan tahun. Tiap-tiap dekade dalam tiga puluh tahun terakhir sukses meningkatkan suhu permukaan bumi dan menjadi yang paling hangat sejak 1850. Suhu tersebut barangkali juga lebih hangat dari suhu di manapun selama 1.400 tahun terakhir.

“Kajian ilmiah kami menemukan bahwa atmosfer dan lautan telah menghangat. Jumlah salju dan es berkurang dan rata-rata permukaan laut global serta konsentrasi gas rumah kaca meningkat.” Kata Qin Dahe, wakil ketua IPCC working group 1 yang menulis laporan tersebut.

Berbicara dalam konferensi yang berlangsung di Ibukota Swedia wakil ketua yang lain, Prof. Thomas Stocker, berkata bahwa perubahan iklim akan mengancam dua sumber daya yang paling penting bagi manusia dan ekosistem, yaitu tanah dan air. Dalam waktu singkat, akan mengancam planet kita, satu-satunya rumah kita.

Sejak 1950, manusia harus bertanggung jawab pada lebih dari setengah kenaikan temperatur yang terjadi. Namun, penundaan kenaikan suhu pada periode 1998 tidak dianggap penting dalam laporan. Para ilmuwan mengemukakan bahwa periode ini merupakan tahun yang sangat panas karena awal dari El Nino.

“Tren berdasarkan data dalam waktu singkat sangat terpengaruh pada tanggal awal dan akhir serta secara umum tidak mencerminkan tren iklim jangka panjang.” Demikian dilaporkan. Prof Stocker menambahkan, “Saya khawatir tidak banyak literatur yang tersedia dan memungkinkan bagi kita untuk mempelajari lebih jauh serta lengkap guna menjawab pertanyaan ilmiah yang muncul sekarang ini. Sebagai contoh, tidak cukup penelitian untuk menyelidiki penyerapan panas terutama dalam lautan yang dalam. Padahal, penelitian tersebut mungkin dapat menjelaskan mekanisme yang terjadi saat hilangnya pemanasan. Kita juga tidak memiliki data yang lengkap untuk melakukan penilaian faktor apa yang menyebabkan kenaikan suhu pada 10-15 tahun terakhir.”

Namun, laporan tersebut tidak jauh berbeda dengan kajian yang telah dilakukan pada tahun 2007. Saat itu, kisaran suhu untuk menggandakan kandungan CO2 di atmosfer, atau dikenal sebagai keseimbangan sensitivitas iklim berkisar antara 2-4,5C. Dalam dokumen terakhir, kisaran suhu telah berubah menjadi 1,5-4,5 C. Ilmuwan mengatakan, bahwa hal ini mencerminkan peningkatan pemahaman, perbaikan pendataan suhu dan perkiraan adanya faktor baru yang menyebabkan suhu meningkat.

Dalam ringkasan bagi pengambil keputusan, para peneliti mengatakan bahwa laju kenaikan air laut terjadi lebih cepat dalam 40 tahun terakhir. Rata-rata permukaan laut global akan naik pada tahun 2081-2100 yang diprediksi antara 26 cm (pada level terendah) dan 82 cm (pada level tertinggi) bergantung pada tingkat emisi gas rumah kaca yang terjadi pada abad ini. Para peneliti mengemukakan bahwa pemanasan lautan mendominasi peningkatan energi yang terjadi pada sistem iklim. Tercatat sudah mencapai 90% energi yang merupakan akumulasi energi antara tahun 1971 sampai 2010.

Di masa depan, laporan menyatakan bahwa pemanasan diperkirakan akan terus berlangsung dengan berbagai skenario. Simulasi pemodelan mengindikasikan bahwa suhu permukaan global berubah di akhir abad ke 21 mencapai 1,5 derajat celcius, dibandingkan tahun 1850.

Prof. Sir Brian Hoskin, dari Imperial College London berkomentar di BBC, “Kita melakukan suatu percobaan yang sangat berbahaya dengan planet kita dan saya tak ingin anak cucu kita menderita akibat dari percobaan yang kita lakukan.”

Sumber tulisan dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *