Komponen Ketangguhan Hadapi Bencana

Menurut Christophe Bene dan kawan-kawan, ada tiga komponen ketangguhan: kemampuan meredam (absorb) ancaman, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan mengusahakan transformasi.

Masing-masing komponen merupakan bentuk kemampuan sebuah sistem untuk menghadapi gangguan, baik guncangan sesaat maupun krisis jangka panjang. Sebuah sistem yang tangguh akan ideal apabila memiliki ketiga komponen tersebut.

Kemampuan meredam ancaman terjadi ketika kelompok masyarakat atau rumah tangga dapat menghadapi dampak guncangan tanpa terjadi perubahan fungsi, status atau kondisi pada masyarakat atau rumah tangga tersebut, sesemantara apa pun. Hal ini, misalnya, dapat dilihat pada keberadaan bangunan peredam gempa atau pemakaian sumber listrik cadangan. Kapasitas meredam ini bisa membantu mencegah atau menahan serangan bencana. Bila kapasitas meredam tak mampu mengatasi intensitas ancaman, orang harus memanfaatkan kapasitas adaptasi.

Bentuk lain dari daya redam adalah sarana dan prasarana yang khusus diadakan untuk mengurangi risiko bencana. Kapasitas seperti ini bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari tabungan untuk masa krisis pasca bencana, jaringan komunikasi seperti radio komunitas, dan jalur evakuasi.

Namun, sekadar mampu menghindar sebelum tertimpa ancaman tidaklah cukup. Adaptasi membutuhkan kemampuan menyusun siasat menghadapi masa lebih panjang di antara dua letusan. Bila daya redam berfungsi sebagai pelindung otomatis setiap kali datang ancaman, daya adaptasi berperan merawat ketangguhan di luar kurun itu.

Transformasi melibatkan perubahan besar-besaran terhadap struktur sosial masyarakat. Transformasi berbeda dengan adaptasi, yang merupakan penyesuaian kecil-kecilan yang terus berlangsung berdasarkan “kondisi yang sudah ada”. Upaya transformasi adalah berusaha mmengubah ‘kondisi’ tersebut. Transformasi bukan perkara teknis atau teknologi semata, melainkan juga melibatkan tindakan menuju reformasi institusi dan perubahan perilaku. Dengan kata lain, upaya transformasi merupakan tindakan menantang status quo, dalam arti mengubah sistem yang mapan.

Daftar Pustaka

Saragih, Bonar, dkk, 2014, Asmaradana Merapi, Narasi Ketangguhan Orang-orang Merapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan UNDP Indonesia, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *