Kenapa Wartawan Perlu GPS?

Informasi mengenai posisi menjadi salah satu unsur dalam rumus dasar 5W1H-nya wartawan. Where (di mana) lokasi berita Anda terjadi mutlak dicantumkan atau berita yang ditulis bukanlah berita yang lengkap. Dari mana Anda mendapatkan informasi lokasi tersebut?

GPS memberikan informasi lokasi di mana saat ini Anda berdiri. Lokasi tersebut dari wilayah administrasi seperti provinsi, kab/kota, kecamatan, desa, sampai dengan yang paling detil titik koordinat.

Guna meningkatkan kemampuan GPS, maka perangkat ini biasanya juga dilengkapi dengan peta. Keunggulan ini memungkinkan Anda mengetahui posisi Anda saat ini. Sebagai contoh, saat Anda meliput letusan gunung api, Anda bisa mengetahui apakah berdiri di KRB I, II, atau III. Anda pun bisa tahu, saat ini berada di radius berapa dari Gunung Api. Bila yang diliput kegiatan presiden atau demonstrasi, Anda bisa mengetahui saat itu berdiri di ring berapa. Dengan informasi-informasi dari GPS tersebut, maka Anda bisa nyaman melakukan liputan tanpa harus risau dengan keselamatan pribadi.

Satu ketika Anda mendapatkan tugas dari kantor untuk melakukan peliputan bencana di lokasi yang baru Anda dengar saat itu. Bagaimana Anda akan menuju ke lokasi tersebut?

Barangkali Anda bisa bertanya kepada teman atau orang lain yang telah mengetahui lokasi bencana tersebut. Namun, ada cara lain yang bisa Anda gunakan, yaitu menggunakan GPS. Bila mobil liputan Anda dilengkapi GPS, maka Anda bisa meminta bantuan GPS untuk memandu sampai tiba di lokasi. GPS memiliki kemampuan ini.

Lebih jauh lagi, bukan hanya lokasi baru yang bisa Anda tuju dengan bantuan GPS, namun lokasi penting seperti kantor, hotel, tempat pertemuan, dan lainnya juga bisa ditemukan dengan menggunakan bantuan GPS. Apabila Anda dipandu oleh GPS, maka bisa lebih cepat menuju ke lokasi tanpa harus bertanya kepada orang lain atau kawan. Daripada sibuk bertanya lokasi atau rute suatu tempat yang harus dituju, dengan bantuan GPS, maka energi Anda bisa dihemat untuk melakukan liputan.

Saat Anda menuju ke lokasi bencana, maka rute perjalanan Anda bisa direkam menggunakan GPS. Data perekaman ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk membantu Anda pulang kembali ke kantor. Anda tak perlu khawatir tersesat dan tak bisa pulang, dengan menggunakan bantuan dari GPS.

Barangkali Anda sudah biasa memanfaatkan GPS bawaan di gawai yang biasa digunakan. Berbagi lokasi di facebook, twitter, whatsapp, dan foursquare, mungkin bukan hal yang baru dan sudah rutin dilakukan. GPS membantu berbagi lokasi Anda dengan kawan dan jaringan di media sosial.

Namun, lebih penting daripada itu, bila Anda meliput di wilayah bencana atau konflik, maka GPS juga bisa membantu untuk melakukan pantauan posisi. Anda dibekali GPS (yang sudah dilengkapi perangkat tambahan) maka kantor bisa dengan mudah memantau setiap pergerakan yang dilakukan. Hal ini untuk menghindari apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada Anda.

Saat ini, GPS juga sudah ditambahkan ke dalam kamera. Gambar yang Anda hasilkan dari kamera jenis ini membuatnya sudah dilengkapi dengan titik koordinat. Tak hanya menampilkan gambar, dengan foto ber-geotagging tersebut, sekaligus Anda juga menampilkan lokasi di mana foto diambil.

Materi ini disiapkan sebagai bahan ajar dalam Forum Komunikasi Wartawan di Surabaya 15-17 April 2014 yang diselenggarakan oleh Bidang Humas, Pusdatinmas, BNPB

1 thought on “Kenapa Wartawan Perlu GPS?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *