IPCC: Climate Change 2013 The Physical Science Basis (Working Group I)

Berikut ini ringkasan laporan dari IPCC yang berkaitan dengan hujan dan keawanan

Curah hujan ekstrem meningkat dari sisi frekuensinya, intensitas, dan juga durasinya. Hal itu terjadi pada akhir abad dua puluh satu terutama di daratan di daerah lintang tengah dan juga di wilayah tropis basah (7) seiring dengan peningkatan temperatur global (23).

Rerata hujan diprediksi akan meningkat di lintang tengah sampai dengan tinggi. Pada level regional, perubahan skala hujan disebabkan karena kombinasi berbagai variabel alami dalam hujan sendiri, pengaruh letusan gunungapi, dan dampak dari polusi udara. (88)

Intensitas dan frekuensi hujan lebat yang terjadi di daratan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena peningkatan kandungan uap air di atmosfer dan perubahan sirkulasi atmosfer. (88)

Aktivitas manusia mengubah emisi gas dan aerosol yang berpengaruh pada reaksi kimia di atmosfer, menghasilkan O3 dan perubahan jumlah aerosol. Keduanya akan mengubah keseimbangan energi karena menyerap, menyebarkan, dan memantulkan sinar matahari. Aerosol ada yang berperan sebagai kondensor awan, mengubah tetes-tetes awan dan berpengaruh pada curah hujan. (126)

Pada paruh pertama abad 21, awan yang menutupi AS, Soviet, Eropa Barat, Canada, Australia meningkat. Sedikit wilayah mengalami penurunan seperti China dan Eropa Tengah. Trend tersebut terus bertahan sampai dengan awal 1970an dengan sedikit perubahan di wilayah regional di Asia Barat dan Eropa yang menurun, namun meningkat di US.

Siklus iklim global akan berubah, akan meningkatkan perbedaan wilayah basah dan kering, demikian juga yang mengalami iklim basah dan kering, dengan beberapa pengecualian saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *