Empat Kesulitan Mengelola Risiko Gunung Api

Para ahli gunung api dari berbagai negara yang tergabung dalam Tim Mitigate and Assess Risk from Volcanic Impact on Terrain and Human Activities (Miavita), sudah memberikan peringatan mengenai sulitnya pengelolaan risiko gunung api.

Menurut Tim Miavita, ada empat kesulitan pengelolaan risiko gunung api yang kerap, dan tak boleh diabaikan.

Pertama, lereng gunung api merupakan tempat manusia sering berkerumun. Di situlah tanah tersedia, subur, dan kadang lebih murah, bahkan meski area tersebut sangat berbahaya karena tingginya ancaman gunung api.

Kedua, ketersediaan sumberdaya, seperti anggaran dan atau kapasitas saintifik, berangkali tidak mencukupi untuk memastikan penanggulangan yang efisien, khususnya di negara berkembang.

Ketiga, masa antara dua letusan atau terjadinya ancaman yang panjang barangkali dianggap sebagai serangan berisiko rendah oleh otoritas lokal dan penduduk setempat.

Keempat, baik keputusan untuk hidup di lingkungan gunung api yang berbahaya dan kurangnya ketersediaan sumberdaya berakar dari kendala struktural jangka panjang yang terhubung dengan faktor ekonomi politik, seperti distribusi sumberdaya, relasi patron-klien, beban utang, serta kebijakan perdagangan global.

Daftar Pustaka

Saragih, Bonar, 2014, Asmaradana Merapi, Narasi Ketangguhan Orang-orang Merapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan UNDP Indonesia, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *