Drones untuk Penyelamatan Hutan

Oleh: Sebastien Chalmeton

drones_3130989b

Dunia menghadapi tantangan dengan maraknya deforestasi yang menyebabkan perubahan iklim. Saat ini, tiap tahun sebanyak 26 milyar pohon dibabat dan hanya mampu menanam kembali 15 milyar. Upaya pemerintah dan berbagai organisasi untuk melakukan penanaman kembali seakan-akan menjadi tak berarti karena tetap saja tidak bisa mengimbangi laju deforestasi.

Metode standard menggunakan tenaga manusia untuk menanam kembali sangatlah lambat dan memakan banyak biaya. Bayangkan jika Anda harus menanam satu milyar pohon dalam setahun. Ini berarti setiap hari harus ditanam 2,8 juta pohon! Angka yang sangat besar, bukan?

Beberapa latar belakang tersebut di atas maka sebuah perusahaan startup ingin melakukan otomatisasi proses penanaman pohon dengan memanfaatkan teknologi drone. Perusahaan BioCarbon Engineering yang berbasis di Oxford itu sedang mengembangkan teknologi penanaman yang terintegrasi dengan sensor pada drones untuk pemetaan dan penanaman. Idenya adalah menggunakan informasi geospasial dalam bidang perencanaan hutan dan manajemen.

“Kami ingin menghadapi laju deforestasi dalam skala industri dengan reforestasi pada skala yang sama. Perusakan hutan global karena penebangan, pertambangan, pertanian dan perluasan kota merusak 26 milyar pohon per tahun. Kami percaya bahwa laju deforestasi dalam skala industri ini hanya bisa dilawan dengan teknologi otomatisasi terkini.” Demikian dikatakan BioCarbon Engineering.

Drones tersebut pertama-tama akan melakukan identifikasi bentukan topografi dan tipe tanah. Pada saat yang sama juga akan melakukan pemetaan tiga dimensi dengan kualitas tinggi pada area yang akan dihutankan kembali. Tujuanny adalah agar spesies yang tepat dapat ditanam di tempat yang tepat pula. Bukan hanya itu, namun diharapkan agar dengan cara ini dapat diperoleh proporsi panen yang tinggi tanpa merusak keanekaragaman hayati yang sudah ada. Drones itu kemudian akan menanam benih yang dapat diurai dan kaya nutrisi.

Nilai lebih dari pemanfaatan drones di bidang kehutanan ini adalah untuk meningkatkan produksi dan efisiensi tenaga kerja. Sebagai perbandingan, dua orang penanam biji hanya mampu menanam sekitar 3.000 benih per hari. Sementara itu, dua operator drones yang mengendalikan beberapa drones dapat menanam hingga 36.000 benih per hari. Dengan kata lain, lebih banyak benih dapat ditanam dalam sehari di lahan yang lebih luas dengan biaya hanya 15% dari proses penanaman tradisional menggunakan tenaga manusia.

Sebastien Chalmeton adalah pendiri dan CEO Mighty Things, perusahaan strategi global dan inovasi untuk dunia yang semakin terkoneksi.
Sumber: https://medium.com/mighty-things/saving-forests-with-drones-d6d839274310

Sumber gambar dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *