Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Anak

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan telah menimbulkan dampak berupa korban dan kerugian. Salah satu dampaknya adalah anak-anak yang terpapar asap. Namun, bagaimana kondisi anak-anak tersebut setelah bencana kebakaran hutan dan lahan selesai ditangani masih perlu menjadi perhatian.

Di sisi lain, melihat dampak asap pada anak-anak pasca terjadinya kebakaran hutan dan lahan tidaklah mudah. Akibat menghirup asap pada anak-anak baru akan terlihat setelah beberapa tahun kemudian. Selain itu, dampak jangka panjang kabut asap bagi kesehatan belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Selama ini, manakala bencana kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap melanda, maka kebijakan yang ditempuh adalah dengan meliburkan anak-anak dari sekolah. Sayangnya, kebijakan ini tidak menjamin anak-anak terbebas dari kabut asap. Alih-alih menghindari asap, saat libur anak-anak justru lebih banyak bermain di luar rumah. Hal ini menyebabkan kemungkinan terpaparnya anak-anak terhadap kabut asap semakin besar dan memperhebat dampak asap.

Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan kebijakan yang mampu melindungi anak-anak dari dampak kebakaran hutan dan lahan. Salah satu di antaranya adalah dengan penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai dampak kabut asap. Kebijakan lain adalah dengan meningkatkan koordinasi untuk mencegah terjadinya bencana kabut asap ini.

Sumber: Kompas Cetak, 2 Maret 2017 dengan perubahan.
Sumber gambar: https://wongtaniku.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *