Ciri-ciri Masyarakat Tangguh Bencana

Masyarakat tangguh menghadapi bencana memiliki ciri-ciri, yaitu:

1. Kemampuan untuk mengantisipasi setiap ancaman atau bahaya yang akan terjadi. Oleh karena itu tahap ini kita dituntut mampu untuk melakukan prediksi, analisis, identifikasi dan kajian terhadap risiko bencana. Kemampuan ini memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang canggih maupun yang tepat guna. Juga dari pengetahuan yang modern hingga kearifan lokal yang sudah ada di masyarakat.

2. Kemampuan untuk melawan atau menghindari ancaman bencana tersebut. Kemampuan untuk melawan ini sangat tergantung dari besarnya ancaman yang akan kita hadapi. Apakah kemampuan sumber daya kita mampu menghadapi kekuatan dampak yang dakan ditimbulkan? Sebagai contoh yang masih ada dalam ingatan kita, letusan Gunung Merapi tahun 2010. Awan panas yang meluncur hingga 17 km dari puncak Merapi, mampukah kita melawan atau menolak luncuran material panas yang mencapai 800 derajat celcius itu? Jika tidak mampu, maka kita harus menghindar dari jalur lintasan awan panas tersebut.

3. Kemampuan untuk mengadaptasi bencana dan dampak yang ditimbulkan. Apabila kita tidak mampu melawan ataupun menghindar, maka kita harus mampu mengurangi, mengalihkan atau menerima risiko bencana yang akan terjadi. Prinsip-prinsip manajemen risiko berlaku untuk menanggulangi bencana. Upaya memperkecil dampak yang ditimbulkan atau mitigasi bencana, seperti membuat bangunan tahan gempa, membangun shelter vertikal, membuat jalur-jalur pengungsian dan sebagainya harus diterapkan. Pengalihan risiko atau risk transfer, seperti asuransi bencana mulai dibudayakan. Pada dasarnya mengadaptasi bencana ini bertujuan agar kemampuan masyarakat untuk menerima risiko semakin tinggi. Hal ini berkaitan dengan filosofi, hidup berdampingan secara damai dengan bencana.

4. Kemampuan untuk pulih kembali secara cepat setelah terjadi bencana. Ketangguhan suatu masyarakat dalam menanggulangi bencana dapat dilihat dari kemampuannya (daya lenting) untuk pulih kembali setelah ditimpa bencana. Masyarakat di DI Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul telah membuktikan ketangguhan ini. Setelah kejadian bencana gempabumi 2006, Pemerintah Daerah dan masyarakat di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah telah mampu melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Bahkan menurut laporan Bank Dunia, pemulihan ini telah mendapatkan apresiasi dari dunia internasional, karena dalam waktu 2 tahun telah dapat diselesaikan. Tidak semua bencana dapat dipulihkan secara cepat, banyak contoh kejadian bencana yang membuat suatu masyarakat atau negara menjadi semakin terpuruk.

Pikiran dan Gagasan, Penanggulangan Bencana di Indonesia oleh Dr. Syamsul Maarif, M.Si. (2012)

1 thought on “Ciri-ciri Masyarakat Tangguh Bencana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *