Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Anak

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan telah menimbulkan dampak berupa korban dan kerugian. Salah satu dampaknya adalah anak-anak yang terpapar asap. Namun, bagaimana kondisi anak-anak tersebut setelah bencana kebakaran hutan dan lahan selesai ditangani masih perlu menjadi perhatian.

Di sisi lain, Continue reading “Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Anak”

Benih yang suci

Screen Shot 2015-11-01 at 10.15.40 pm

Bekerja sama dengan air, matahari, dan tanah, maka benih yang kecil itu bisa berubah menjadi pohon yang besar.

“Saat ini, kita tidak lagi terhubung dengan elemen yang mendukung kehidupan. Kita terputus dengan kesucian benih dan karenanya juga dengan kesucian Bumi. Bagaimana kehidupan memberi arti saat kita tidak lagi terhubung dengan Bumi?” ~ Llewellyn Vaughan Lee

“Sebutir benih memang kecil, namun penuh dengan kemungkinan, seperti halnya cinta, yang sederhana, namun sangatlah perkasa.” ~ Pir Zia Inayat-Khan

“Benih yang hidup, berganti-ganti, dan beraneka, maka menjadi makanan bagi lebah, organisme di dalam tanah, hewan, dan juga manusia. Namun, manakala benih tidak lagi dapat diperbaharui, diolah dengan bahan kimia, atau diproduksi secara teknis, maka keanekaragaman itu punah.” ~ Vandana Shiva

“Benih adalah satu-satunya hal yang menjanjikan untuk masa depan. Dalam setiap benih, adalah anugerah kehidupan bagi mereka yang mencari, menginginkan, sekaligus untuk yang menolak sebentuk kehidupan yang penuh dengan energi dan harapan.” ~ Sister Joan Chittister

“Bumi membagi energinya kepada kita dengan memproduksi makanan, elemen yang membuat kita tetap hidup. Sangatlah penting untuk belajar dari perilaku Bumi yang sangat bermurah hati kepada manusia. Seperti halnya ketika kita menerima sesuatu yang sangat berharga dari orang-orang tercinta, kita harus menjaga apa yang sudah diberikan itu.” ~ Ogyen Trinley Dorje

“Setiap benih menyimpan potensi untuk menyelamatkan dunia.” ~ Uskup Konstantinopel Bartholomew

“Saat makan buah-buahan, resapi misteri dari benih yang ada, nikmatilah sebuah cerita yang tersaji. Benih-benih itu adalah yang memberikan kehidupan kepada manusia, seharusnya kita mengenali keajaiban yang sederhana ini. Makanan bukan sekadar komoditas, namun ia adalah rahmat dan pemberian bagi kehidupan. ~ Llewellyn Vaughan Lee

Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari sini

Penyebaran virus Ebola pada Manusia

ebola_viruses

Virus Ebola ditularkan melalui kedekatan atau kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Cairan tubuh yang paling mudah menginfeksi adalah darah, tinja dan cairan muntah.

Virus Ebola juga telah terdeteksi pada air susu ibu, air seni, dan sperma/semen. Pada pasien pria yang telah dinyatakan sembuh, virus Ebola dapat bertahan selama 70 hari, bahkan sebuah penelitian lain menyatakan lebih dari 90 hari dalam sperma/semen.

Ludah dan air mata juga bisa berisiko. Namun, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini masih terbatas, sehingga kurang meyakinkan. Dalam penelitian pada ludah, virus ditemukan pada pasien yang sudah akut. Virus yang aktif juga tak pernah ditemukan pada keringat.

Virus Ebola juga bisa ditularkan secara tidak langsung, yaitu melalui kontak dengan permukaan atau obyek yang terkontaminasi virus tersebut. Namun, risiko penularan jenis ini lebih rendah dan dapat dicegah dengan melakukan prosedur desinfektan atau pembersihan yang baik.

Bukanlah jenis virus yang menular melalui udara

Virus Ebola tidak menular melalui udara. Penyebaran melalui udara di antara manusia mengindikasikan terhirupnya virus bersamaan dengan partikel-partikel udara yang masuk ke tubuh manusia.

Penyebaran virus jenis ini belum pernah diteliti secara khusus sejauh penelitian terhadap virus Ebola dilakukan.

Berdasarkan pengetahuan umum dan observasi, penyebaran virus melalui batuk atau bersin sangat jarang terjadi. Data epidemi penyakit semenjak merebaknya virus menunjukkan pola yang tidak konsisten dengan virus lain yang biasa menyebar melalui udara, seperti halnya virus campak, cacar air, atau bakteri yang menular melalui udara seperti tuberculosis.

Kendati begitu, secara teori, sejumlah virus dalam bentuk cairan yang menginfeksi seseorang sementara orang tersebut memiliki penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan atau yang menderita muntah hebat, maka dapat menyebabkan terjadinya penularan virus Ebola dalam jarak dekat atau pada orang yang berada di samping penderita.

Hal ini dapat terjadi manakala seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, kemudian satu tetes cairan yang sarat berisi virus secara langsung mengenai jaringan atau kulit yang luka pada orang lain.

WHO belum menemukan penelitian yang secara khusus mempelajari metode penularan virus lewat udara. Namun, banyak hasil penelitian yang bagus sebelum masa penyebaran wabah Ebola menunjukkan bahwa hampir semua kasus infeksi diawali dengan kontak langsung pada pasien yang menunjukkan gejala penyakit ini.

Belum ada bukti Ebola menular dengan metode lain

Para peneliti belum menemukan satu virus yang secara drastis mengubah mode penyebarannya. Sebagai contoh, virus H5N1 flu burung yang menyebabkan korban secara sporadis sejak tahun 1997 dan saat ini menjadi endemik pada ayam dan bebek di sebagian besar Asia.

Virus tersebut barangkali berpindah-pindah pada jutaan burung yang telah berlangsung selama dua dekade terakhir. Mode penyebaran virus semacam ini tetap terjadi dan tak berubah.

Dugaan bahwa virus Ebola bisa bermutasi ke bentuk lain yang mudah menyebar di antara manusia melalui udara adalah hanya spekulasi belaka tanpa diperkuat oleh bukti-bukti.

Dugaan semacam ini sungguh tidak berdasar, namun dapat dimengerti terutama sekarang ini saat para petugas berusaha untuk mencegah penyebaran virus yang berkembang sangat cepat.

Guna mencegah penyebaran virus banyak hal yang harus dilakukan dalam skala yang lebih besar dengan berbagai upaya perlindungan dan pencegahan yang telah diketahui. Banyak bukti menunjukkan upaya-upaya tersebut efektif dilakukan.

Sumber tulisan dari sini

Sumber gambar dari sini