Bekerja di Posko Penanggulangan Bencana Asap, Riau

Pada hari-hari ini kembali kabut asap menyelimuti Pekanbaru, Provinsi Riau. Saya jadi teringat penugasan ke sana pada medio Juni-Juli. Di sana, saya berada di Posko Penanggulangan Bencana Asap mendampingi teman-teman BPBD. Tugas saya adalah melakukan pendataan, menyusun laporan, dan membuat peta.

Sebagai catatan bagi diri saya sendiri, dalam penanggulangan bencana asap data-data yang harus dikumpulkan adalah:

Data sebaran hotspot

Data ini bisa bersumber dariĀ http://www.weather.gov.sg/wip/pp/ssops/noaa18/suma.txt sayangnya, dari situs ini data yang ada masih berupa teks yang berisi koordinat lokasi terdapatnya hotspot. Adapun untuk data gambarnya, bisa diakses pada tautan berikut ini http://www.weather.gov.sg/wip/pp/ssops/noaa18_gif/suma.gif .

Kedua data tersebut di atas, baik data teks maupun data gambar belum bisa digunakan untuk analisis. Data teks belum menunjukkan di mana lokasinya, yakni lokasi administrasi, di kecamatan, kabupaten apa suatu hotspot itu berada. Di lain sisi, data peta belum juga menunjukkan lokasi administrasi karena masih disajikan secara umum.

Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah data teks ke dalam formah shapefile untuk dimasukkan di dalam program pemetaan seperti ArcGIS agar nantinya bisa diidentifikasi lokasi administrasinya. Cara yang bisa dilakukan adalah copy-paste data teks ke dalam excel, gunakan fasilitas di Data-Text to Columns kemudian save dan bisa ditambahkan di ArcGIS. Dalam penanggulangan bencana, informasi lokasi administrasi sangat penting karena menyangkut siapa yang harus bergerak ke sana untuk memadamkannya.

hotspot_27Jun

TMC

TMC atau Teknologi Modifikasi Cuaca adalah teknologi yang diterapkan oleh BPPT untuk membuat hujan buatan. Garam dapur (NaCl) disemaikan di awan yang nantinya bisa mengikat uap air dan menjadi hujan.

Data yang dikumpulkan berupa arah terbang penyemaian awan dan jumlah sorti penerbangan yang dilakukan. Selain itu, dilengkapi pula dengan berapa banyak garam yang ditabur dalam satuan ton.

Water Bombing

Selain menggunakan TMC, upaya penanggulangan bencana asap juga mengandalkan beberapa helicopter yang dikerahkan untuk melakukan water bombing. Helicopter ini akan membawa air dalam jumlah tertentu, antara 500 liter sampai 5.000 liter untuk helicopter Sirkozky dari Rusia dan menjatuhkan muatan itu tepat di atas areal yang terbakar.

Data yang dikumpulkan untuk water bombing meliputi berapa helicopter yang bergerak, berapa sorty pengeboman dilakukan, dan arah terbang.

Pergerakan Satgas Darat

Dalam penanggulangan bencana asap, selain menggunakan TMC dan water bombing juga dikerahkan Satgas Darat. Satgas Darat terdiri dari unsur Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat. Laporan biasanya mencakup jumlah personil yang dikerahkan dan pergerakan personil tersebut.

Penegakan Hukum

Beberapa lokasi yang terbakar ternyata sengaja dibakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka ini telah melanggar peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup. Kepada mereka ini, penegak hukum dalam hal ini Polri menangkap dan memperkarakannya. Hal yang harus dilaporakan adalah jumlah tersangka, jumlah kasus, dan perkembangan penanganannya, apakah masuk dalam tahap penyidikan, penyelidikan, atau tahap penegakan hukum yang lain.

Semua pergerakan dan antisipasi komponen di atas dasarnya adalah peta hotspot yang disusun pada bagian terdahulu. TMC bergerak ke lokasi dengan kepadatan hotspot terbanyak, pun water bombing, Satgas Darat dan Penegakan hukum.

Selain komponen-komponen yang sudah disebutkan terdahulu, dalam Laporan Penanggulangan Bencana Asap juga mencantumkan indikator keberhasilan operasi. Indikator tersebut berupa Indeks Kualitas Udara dan Jarak Pandang (Visibility).

Kualitas udara (PSI) bisa dicari informasinya dari situs atau petugas yang berada di lapangan. Terdapat kelas-kelas indeks kualitas udara, mulai dari baik sampai dengan yang berbahaya bagi manusia. Visibility atau jarak pandang juga menjadi informasi penting, mengingat manakala asap masih melingkupi Riau, jarak pandangnya sangat terbatas. Dengan jarak pandang yang semakin jauh atau membaik, maka keberhasilan penanggulangan bencana asap bisa dikatakan berhasil.

Kejadian hujan adalah alat untuk mengukur keberhasilan operasi pemadaman asap dengan metode Teknologi Modifikasi Cuaca. Garam yang disemai telah berhasil mengikat awan dan menjadi hujan. Data di mana hujan terjadi, berapa intensitas dan durasinya menjadi penting untuk dicatat.

Sebagai data tambahan, maka perlu ditambahkan data pasien yang menderita penyakit pasca terjadinya kabut asap juga mesti dicantumkan.

Semua data yang diperoleh disajikan dalam laporan. Bentuknya bisa berupa peta yang menggambarkan persebaran hotspot dan pergerakan pasukan. Apabila memungkinkan juga pergerakan pesawat yang melakukan TMC dan lokasi tempat dilakukannya water bombing. Selain peta, disajikan pula data dalam bentuk grafik untuk jumlah hotspot, kualitas udara, dan visibility.

Sebagai catatan tambahan, titik panas (hotspot) juga bisa dipantau diĀ http://geospasial.bnpb.go.id/monitoring/hotspot/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *