National Coordination for Disaster Management

Cb84Z3qVIAIThIW

BNPB (Indonesia’s disaster management agency) organised a coordination meeting for disaster management at the national level on Wednesday (24/02). Disaster reduction through community capacity building was the theme for this meeting.

According to the head of BNPB, the mainstreaming of disaster risk reduction is the part of the national development plan for the period of 2015-2019. This effort can be achieved by increasing the capacity of communities to cope with the disaster threat. Capacity of communities plays important role in reducing victims and damages after a disaster event.

Apart from the theme, the goal of this meeting is to coordinate and synchronise the national and provincial/district programs in the disaster management context. One of the targets is to reduce the disaster risk index in 136 district.

Source: www.bnpb.go.id

Picture courtesy: @BNPB_Indonesia

Kerentanan Asia Tenggara Terhadap Perubahan Iklim

Saat ini perubahan iklim sedang terjadi di Asia Tenggara dan dampaknya akan semakin parah apabila tidak ditangani dengan bijak. Perubahan iklim dapat mengancam proses pembangunan serta program pengurangan kemiskinan. Sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai dalam menghadapi perubahan iklim.

Kawasan Asia Tenggara sangat rentan terhadap perubahan iklim karena di sini tinggal lebih dari setengah milyar manusia. Jumlah itu sebagian besar menempati wilayah pesisir. Panjang pantai di wilayah ini adalah 173.251 kilometer yang akan sangat terpengaruh naiknya muka air laut.

Warga yang tinggal di kawasan ini pun mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian. Pada tahun 2004 tercatat 43% tenaga kerja terserap di sector pertanian dan menyumbang 11% GDP pada tahun 2006. Sayangnya, sector ini sangat rentan pada bencana seperti kekeringan, banjir, dan juga siklon tropis yang semua itu terkait dengan perubahan iklim.

Negara-negara di Asia Tenggara juga sangat bergantung kepada sumber daya alam dan hasil hutan. Dua hal yang sangat mudah terpengaruh oleh perubahan iklim karena kejadian cuaca ekstrim dan kebakaran hutan dapat mengganggu pemanfaatannya.

Angka kemiskinan di wilayah ini pun masih tinggi dengan ditandai 93 juta (18,8%) warganya hidup di bawah garis kemiskinan ($1,25 per hari) pada tahun 2005. Sementara itu, warga miskin tersebut menjadi pihak yang paling rentan oleh pengaruh perubahan iklim.

Dampak perubahan iklim di Asia Tenggara di antaranya adalah:

  • Naiknya temperatur 0.1-0.3 C tiap decade antara tahun 1951-2000.
  • Curah hujan turun antara tahun 1960-2000
  • Nainya permukaan air laut antara 1-3 milimeter per tahun
  • Meningkatnya intensitas dan frekuensi gelombang panas, kekeringan, banjir, dan siklon tropis menyebabkan kerusakan pada property, aset, dan korban jiwa.

Laporan dari ADB menunjukkan bahwa wilayah ini akan terus terdampak perubahan iklim, bahkan semakin meningkat intensitasnya. Di kawasan ini dampak perubahan iklim lebih terasa dibandingkan kawasan-kawasan lain di dunia jika tidak ada upaya untuk mengatasi perubahan iklim tersebut.

Sumber:

Asian Development Bank 2009, Economic Climate Change South East Asia, Asian Development Bank, <http://www.adb.org/sites/default/files/publication/29657/economics-climate-change-se-asia.pdf>.