Erosi Tanah

mali-130109-003

Manakala Anda menebang pohon dan tidak menggantinya dengan tanaman yang baru, maka bisa mendatangkan bencana. Tanah yang tanpa pepohonan akan mudah longsor atau pun mengalami erosi.

Tanpa tanah kita tidak bisa menanam padi atau tanaman pangan lainnya, tanpa tanah kita tidak bisa memiliki bahan pangan.

Penebangan pohon juga menjadi awal dari proses penggurunan. Manakala itu terjadi, maka tanah akan tererosi, tanaman tidak tumbuh, dan hujan pun enggan turun. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan perubahan iklim.

Perubahan iklim dengan demikian bukan terjadi karena pemanasan global, namun karena penebangan vegetasi.

Sumber gambar dari sini

Environment

Hopetoun_falls

Environment dalam Bahasa Inggris berarti banyak hal, pendek kata ‘environment’ adalah segala sesuatu di sekitar kita. Bisa saja environment atau lingkungan politik, lingkungan bahasa, dan lingkungan-lingkungan yang lain.

Arti penting manajemen lingkungan karena kita tidak bisa hidup tanpa dukungan lingkungan. Planet Bumi sebagai contoh seperti tempat tidur yang menyokong sehingga Anda dapat merebahkan diri. Jika Anda merusak lingkungan, maka penderitaan yang didapat. Seperti halnya jika tempat tidur Anda bakar, maka di mana Anda akan terlelap?

Tentu saja, tempat tidur tak cinta pada Anda, tak juga dia peduli, bahkan dia tak tahu kalau Anda ada. Namun, jika Anda merusaknya, maka penderitaan yang akan Anda alami. Hal ini sama persis dengan planet kita yang tercinta ini. Planet ini pun tak peduli keberadaan Anda dan tak juga jatuh cinta pada Anda. Namun, kita memerlukannya, kendati dia tak memerlukan kita.

Planet ini sudah ada jauh sebelum kehidupan manusia. Sehingga sungguh dia tak perlu kita. Namun, kita lah yang memerlukan keberadaannya.

Saat ini hampir ada 7 milyar manusia di dunia. Setiap orang memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Terkadang, bahkan seringkali kita harus merusak lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan itu. Bagaimana cara kita agar dapat mengurangi kerusakan yang terjadi, memaksimalkan berbagai sumber daya yang ada untuk kemakmuran kita, dan sekaligus menjaga berbagai kekayaan agar manusia-manusia di masa mendatang masih dapat menikmatinya?

Dalam ilmu ekonomi, kita membicarakan kemakmuran yang terkadang mengabaikan lingkungan. Sering terjadi kemakmuran bisa dicapai, namun dengan menebang pepohonan, mencemari sungai-sungai, menambang berbagai mineral, dan kegiatan lain yang ujungnya merusak lingkungan. Kerugian ini sayangnya tak pernah dihitung dalam perhitungan kemakmuran manusia yang menggunakan ukuran GDP.

Bayangkan Anda di tengah keramaian sebuah kota besar seperti Jakarta atau Tokyo di mana ribuan orang beraktivitas. Mereka membutuhkan air, makanan, udara, dan juga buang hajat. Namun, apakah Anda melihat ada pepohonan yang menyediakan udara, sungai jernih yang menyediakan air bersih, tanaman yang menyediakan bahan makanan untuk mereka? Dari mana semua itu didatangkan?

Makanan harus didatangkan, okigen harus diupayakan, dan kotoran manusia harus disingkirkan. Mendatangkan makanan menjadi persoalan tersendiri, menggunakan kereta, mobil, atau pesawat yang semua hal itu memerlukan bahan bakar. Manakala dilakukan pembakaran pada bahan bakar, entah itu minyak, gas atau batu bara, maka akan terjadi polusi udara, ujungnya karbon akan meningkat dan pemanasan global semakin menghebat.

Sumber gambar dari sini

Drones untuk Penyelamatan Hutan

Oleh: Sebastien Chalmeton

drones_3130989b

Dunia menghadapi tantangan dengan maraknya deforestasi yang menyebabkan perubahan iklim. Saat ini, tiap tahun sebanyak 26 milyar pohon dibabat dan hanya mampu menanam kembali 15 milyar. Upaya pemerintah dan berbagai organisasi untuk melakukan penanaman kembali seakan-akan menjadi tak berarti karena tetap saja tidak bisa mengimbangi laju deforestasi.

Metode standard menggunakan tenaga manusia untuk menanam kembali sangatlah lambat dan memakan banyak biaya. Bayangkan jika Anda harus menanam satu milyar pohon dalam setahun. Ini berarti setiap hari harus ditanam 2,8 juta pohon! Angka yang sangat besar, bukan?

Beberapa latar belakang tersebut di atas maka sebuah perusahaan startup ingin melakukan otomatisasi proses penanaman pohon dengan memanfaatkan teknologi drone. Perusahaan BioCarbon Engineering yang berbasis di Oxford itu sedang mengembangkan teknologi penanaman yang terintegrasi dengan sensor pada drones untuk pemetaan dan penanaman. Idenya adalah menggunakan informasi geospasial dalam bidang perencanaan hutan dan manajemen.

“Kami ingin menghadapi laju deforestasi dalam skala industri dengan reforestasi pada skala yang sama. Perusakan hutan global karena penebangan, pertambangan, pertanian dan perluasan kota merusak 26 milyar pohon per tahun. Kami percaya bahwa laju deforestasi dalam skala industri ini hanya bisa dilawan dengan teknologi otomatisasi terkini.” Demikian dikatakan BioCarbon Engineering.

Drones tersebut pertama-tama akan melakukan identifikasi bentukan topografi dan tipe tanah. Pada saat yang sama juga akan melakukan pemetaan tiga dimensi dengan kualitas tinggi pada area yang akan dihutankan kembali. Tujuanny adalah agar spesies yang tepat dapat ditanam di tempat yang tepat pula. Bukan hanya itu, namun diharapkan agar dengan cara ini dapat diperoleh proporsi panen yang tinggi tanpa merusak keanekaragaman hayati yang sudah ada. Drones itu kemudian akan menanam benih yang dapat diurai dan kaya nutrisi.

Nilai lebih dari pemanfaatan drones di bidang kehutanan ini adalah untuk meningkatkan produksi dan efisiensi tenaga kerja. Sebagai perbandingan, dua orang penanam biji hanya mampu menanam sekitar 3.000 benih per hari. Sementara itu, dua operator drones yang mengendalikan beberapa drones dapat menanam hingga 36.000 benih per hari. Dengan kata lain, lebih banyak benih dapat ditanam dalam sehari di lahan yang lebih luas dengan biaya hanya 15% dari proses penanaman tradisional menggunakan tenaga manusia.

Sebastien Chalmeton adalah pendiri dan CEO Mighty Things, perusahaan strategi global dan inovasi untuk dunia yang semakin terkoneksi.
Sumber: https://medium.com/mighty-things/saving-forests-with-drones-d6d839274310

Sumber gambar dari sini