Dari Riau untuk Penanggulangan Kabut Asap

Kabut asap yang makin tebal sepekan terakhir di wilayah Sumatera, terutama Riau, diantisipasi dengan modifikasi cuaca. Hal ini dilakukan dengan menyemai hujan, yakni menaburkan garam halus pada awan yang berpotensi hujan.

“Sejak pertengahan Juli, wilayah Indonesia dilanda El Nino lemah sampai akhir tahun, yang menyebabkan sebagian wilayah kekeringan.” Kata Direktur Tanggap Darurat, BNPB, Tri Budiarto. Lebih lanjut, beliau mengatakan, “Riau ditetapkan sebagai lokasi pusat pengendali kabut asap di Sumatera. Modifikasi cuaca untuk mengantisipasi kabut asap juga dilakukan sepanjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional mulai 9-23 September.”

Sebagai pusat pengendali di Sumatera, jika ada asap di Jambi dan Sumatera Selatan, tindakan pencegahan dan pengendalian dilakukan dari Riau. Adapun untuk Kalimantan dipusatkan di Palangkaraya. Anggaran yang dialokasikan untuk pencegahan kabut asap sejumlah Rp 10 miliar.

BNPB akan berkoordinasi dengan Gubernur Riau dan semua bupati/wali kota se-Riau untuk mendukung operasi dari darat. Sementara itu Gubernur menyatakan sangat berterima kasih dengan bantuan pemerintah pusat. Beliau bersama dengan kepala daerah akan mengaktifkan operasi darat dengan melibatkan pasukan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli serta akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di lokasi rawan bencana.

Data dan Fakta

Sejak 1 Januari 2012 sampai dengan 09 Agustus 2012 beberapa titik api yang tercatat adalah sebagai berikut:

Provinsi

Jumlah Titik Api

Riau 3.486
Sumatera Selatan 2.759
Kalimantan Barat 2.150
Jambi 1.341
Kalimantan Tengah 978